Pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Isu inilah yang menjadi fokus diskusi dalam Dialog Kebijakan 1 Wikithon Aguron-guron yang diselenggarakan oleh BASAibu Wiki Bali, (10/6).
Dialog yang digelar di Kantor Diskominfos Provinsi Bali ini merupakan tindak lanjut dari Wikithon Partisipasi Publik Aguron-guron yang telah berlangsung pada 8–20 Mei 2026.
Perlombaan menulis gagasan aksi nyata pemanfaatan AI untuk kemajuan literasi Bali tersebut berhasil menghimpun 850 karya dari kalangan pemuda, mulai dari siswa SMA/SMK, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Sesi dialog tersebut dihadiri oleh 50 tamu undangan dari berbagai elemen.
Dari unsur pemerintahan hadir perwakilan Disdikpora Provinsi Bali, Diskominfos Provinsi Bali, Diskominfo Kabupaten Badung, dan Diskominfos Kota Denpasar.
Sementara itu, dari unsur akademik, komunitas, dan media turut hadir Direktur Politeknik Nasional, INSTIKI, ITB STIKOM Bali, MGMP TIK Provinsi Bali, MGMP TIK Kota Denpasar, Duta Genre Bali, Forkom OSIS Kota Denpasar, Jurnalistik UPMI, Mandara School (SLPP), PT. Cabe Melek Literasi, Relawan TIK, Atnews, Nusa Bali, serta Manah Bali.



Di ruang ini, para pemuda, pemerintah, akademisi, dan stakeholder terkait mengembangkan gagasan pemenang Wikithon Aguron-guron yang akan dirumuskan dalam draf risalah kebijakan (policy brief) yang berisi rekomendasi strategis terkait pemanfaatan AI secara bijak untuk memajukan literasi di Bali beserta arah implementasinya.
Para peserta dibagi ke dalam 5 pos diskusi untuk membahas lebih mendalam implementasi rencana aksi yang diusulkan oleh para pemenang.
Sesi diskusi ini bertujuan membangun konsensus di antara pemangku kepentingan, mendukung gagasan yang akan diimplementasikan, serta memberi kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kapasitas dalam perumusan kebijakan publik.
Melalui pendekatan ini, peserta dialog diharapkan terus berkomitmen untuk terlibat aktif, merasa memiliki atas solusi yang dirumuskan bersama, dan bersinergi dalam mengawal implementasi dengan para pemangku kepentingan.
Policy brief adalah jembatan antara kajian ilmiah dan pengambilan kebijakan publik. Dialog Kebijakan 1 ini menjadi langkah awal yang akan dilanjutkan ke Dialog Kebijakan 2 guna menyempurnakan dan mencapai konsensus terhadap policy brief sebelum diimplementasikan secara kolaboratif oleh semua pihak.
Ketua Yayasan BASAibu Wiki, Dr. Drs. I Wayan Suardiana, M.Hum., mengatakan bahwa gagasan yang lahir dari partisipasi publik tidak boleh berhenti sebagai ide semata, melainkan perlu didiskusikan dan dikembangkan agar dapat memberikan dampak serta menjadi masukan bagi pemerintah dalam proses pengambilan kebijakan.
Senada dengan hal tersebut, Managing Director BASAibu Wiki Bali, Ni Nyoman Clara Listya Dewi, S.IP., MA. menekankan bahwa “Wikithon ini bukan hanya menjadi kompetisi biasa yang berhenti pada level gagasan, tetapi juga mendorong sampai ke level implementasi.
Dialog kebijakan ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk mempertemukan ide terbaik pemuda untuk dapat diterjemahkan ke dalam aksi kolaborasi nyata untuk perubahan.”
Usai menggelar Dialog Kebijakan 1, BASAibu Wiki Bali memberikan penghargaan kepada para pemenang Wikithon Partisipasi Publik Aguron-guron.
Pemenang kategori SMA/SMK se-Bali diraih oleh Ni Komang Setya Putri dari SMAN 2 Kuta sebagai juara satu, Putu Putra Satyawan dari SMAN 1 Seririt sebagai juara dua.
Pemenang kategori Mahasiswa/Umum diraih oleh Ni Kadek Bintang Dewi Lestari, mewakili masyarakat umum, yang berhasil meraih juara satu dan Ni Pt. Pande Mirah Surya Dewi dari Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, menjadi juara dua.
Pemenang kategori khusus Yowana Abhinaya dimenangkan oleh I Dewa Ayu Bintang Purnami dari SMAN Bali Mandara dan kategori Disukai Warganet dengan jumlah vote sebanyak 151 diraih oleh Putu Putra Satyawan dari SMAN 1 Seririt.
Diskominfos Prov. Bali, diwakili oleh I Gusti Ayu Sukmawati, S.S., M.H. (Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Muda) menyampaikan bahwa sebagai tuan rumah sangat mengapresiasi dan mendukung program BASAibu Wiki Bali dalam melestarikan bahasa, sastra, dan budaya Bali.
Dukungan juga diberikan atas inisiatif program partisipasi publik dengan melibatkan pemuda, pemerintah, dan stakeholder terkait yang sejalan dengan visi misi dari pemerintah Provinsi Bali yakni menjadikan Bali sebagai Pulau Digital.
Juara dua kategori Mahasiswa/Umum, Pande Mirah mengatakan, “Dialog ini membuka kesempatan bagi saya untuk menyampaikan gagasan secara langsung kepada para pemangku kepentingan.
Masukan yang diberikan tidak hanya memperkaya karya saya, tetapi juga memberikan gambaran yang lebih jelas tentang langkah-langkah yang dapat dilakukan agar gagasan tersebut benar-benar berdampak dan dapat diimplementasikan.”





