balganjur jembrana pkb 2026

Luar Biasa! Baleganjur Remaja Jembrana Hadirkan Refleksi Kehidupan Lewat Garapan Atma Kerti di PKB 2026

Duta Baleganjur Remaja Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan kualitasnya dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Tampil di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Kamis (19/6), Sekaa Baleganjur Krishna Candaka Abinawa dari Sanggar Seni Arsa Wijaya, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, berhasil menyuguhkan pertunjukan yang memadukan kekuatan musikal, dramatika, dan pesan filosofis yang mendalam.

Membawakan garapan berjudul Atma Kerti, para seniman muda Jembrana mengangkat inspirasi dari tradisi Ngajum Sekah, sebuah prosesi merangkai dan menghias puspa lingga yang melambangkan keberadaan atma atau roh. Tradisi ini selama ini dikenal sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dalam rangkaian upacara keagamaan Hindu di Bali.

Namun, garapan tersebut tidak berhenti pada makna ritual semata. Tim kreatif mencoba menghadirkan sudut pandang yang lebih luas dengan menyoroti bagaimana istilah Ngajum Sekah juga kerap digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menggambarkan kecenderungan manusia memperindah penampilan, meninggikan citra diri, hingga mempertontonkan ego.

Gagasan tersebut diterjemahkan melalui alur pertunjukan yang mengajak penonton merenungkan makna penghormatan yang sesungguhnya. Di tengah berbagai tantangan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat saat ini, karya ini mempertanyakan apakah manusia masih memuliakan kesadaran dalam dirinya atau justru terjebak pada simbol-simbol yang tampak di permukaan.

Pesan reflektif itu diperkuat melalui narasi monolog yang menyentuh berbagai persoalan kekinian, mulai dari pencemaran lingkungan, berkurangnya ruang hijau, hingga kehidupan masyarakat yang semakin padat dan serba cepat. Narasi tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan nilai tradisi dengan realitas masa kini.

Secara musikal, konsep Ngajum Sekah diwujudkan melalui pengembangan komposisi baleganjur yang dibangun secara bertahap. Struktur melodi, ritme, tempo, dan ornamentasi disusun semakin kompleks, menyerupai proses menghias puspa lingga dalam ritual. Pendekatan ini menghadirkan pengalaman musikal yang dinamis sekaligus memperkuat pesan yang ingin disampaikan.

Keunikan pertunjukan semakin terasa dengan hadirnya sentuhan estetika Jegog, kesenian khas Jembrana. Unsur tersebut tidak hanya mempertegas identitas daerah, tetapi juga menjadi simbol bagaimana rasa bangga terhadap tradisi perlu diimbangi dengan kesadaran agar tidak berubah menjadi ego yang berlebihan.

Didukung koreografi yang selaras dengan alur dramatik pertunjukan, penampilan Duta Baleganjur Remaja Jembrana sukses memikat perhatian ribuan penonton yang memadati arena PKB. Kehadiran Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang turut menyaksikan pertunjukan menambah semangat para seniman muda dalam menampilkan karya terbaiknya.

Di balik garapan Atma Kerti terdapat kolaborasi sejumlah seniman Jembrana. Gede Yogi Sukawidjana bertindak sebagai konseptor sekaligus komposer bersama I Kadek Widyawan. Sementara penataan koreografi dipercayakan kepada Agus Onek, dengan pembinaan oleh Toedi Pande dan Bagas Suradinata. Adapun koordinasi sekaa dipimpin oleh I Wayan Sudiartawan.

Melalui Atma Kerti, Duta Baleganjur Remaja Jembrana tidak hanya menghadirkan tontonan yang memukau secara artistik, tetapi juga menawarkan ruang refleksi tentang hubungan manusia dengan tradisi, lingkungan, dan dirinya sendiri.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *