Pernahkah Anda membayangkan berkendara menembus jantung sebuah pohon raksasa yang masih hidup? Di ujung barat Pulau Dewata, tepatnya di Desa Manggissari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, fenomena unik ini bukan sekadar imajinasi. Bunut
Bolong telah menjadi ikon wisata yang memadukan keajaiban botani, sejarah mistis, dan nilai spiritualitas yang mendalam.
Artikel ini akan mengupas tuntas sejarah Bunut Bolong, daya tarik utamanya, hingga mitos yang menyelimutinya agar Anda siap menjadikannya daftar destinasi wajib saat berkunjung ke Bali.
Sejarah Bunut Bolong, Apa yang Menarik? Menelusuri Keajaiban Alam dan Spiritualitas di Jembrana
Pernahkah Anda membayangkan berkendara menembus jantung sebuah pohon raksasa yang masih hidup? Di ujung barat Pulau Dewata, tepatnya di Desa Manggissari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, fenomena unik ini bukan sekadar imajinasi. Bunut Bolong telah menjadi ikon wisata yang memadukan keajaiban botani, sejarah mistis, dan nilai spiritualitas yang mendalam.
Artikel ini akan mengupas tuntas sejarah Bunut Bolong, daya tarik utamanya, hingga mitos yang menyelimutinya agar Anda siap menjadikannya daftar destinasi wajib saat berkunjung ke Bali.
Apa Itu Bunut Bolong?
Secara harfiah, nama destinasi ini diambil dari bahasa Bali. “Bunut” adalah jenis pohon yang masih berkerabat dengan beringin (genus Ficus), sedangkan “Bolong” berarti berlubang.
Keunikan utama objek wisata ini adalah sebuah pohon Bunut raksasa yang memiliki lubang besar di bagian bawah batangnya.
Lubang ini terbentuk secara alami dan berfungsi sebagai jalan raya yang bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pemandangan pohon yang memayungi jalan aspal ini menciptakan lorong hijau yang sangat fotogenik dan magis.
Sejarah dan Asal-Usul Bunut Bolong
Sejarah Bunut Bolong tidak terlepas dari babak pemukiman penduduk di Desa Manggissari. Berdasarkan penuturan tokoh masyarakat setempat, keberadaan pohon ini sudah diketahui sejak berabad-abad lalu, jauh sebelum jalan aspal dibangun.
1. Penemuan oleh Penduduk Lokal
Konon, pada masa lampau, wilayah Manggissari adalah hutan belantara yang angker. Saat penduduk mulai membuka lahan untuk pemukiman (sekitar tahun 1920-an), mereka menemukan pohon Bunut raksasa ini. Karena ukurannya yang masif dan bentuknya yang unik, pohon ini dianggap sebagai hunian makhluk halus atau pelindung desa.
2. Pembangunan Jalan dan Pelestarian
Saat pemerintah mulai membangun akses jalan yang menghubungkan wilayah pesisir Jembrana dengan daerah pegunungan dan perkebunan, rute yang paling memungkinkan secara geografis justru melewati lokasi pohon ini.
Alih-alih menebangnya yang diyakini akan mendatangkan malapetaka, masyarakat dan pemerintah sepakat untuk membuat jalan tepat menembus lubang alami pohon tersebut. Inilah yang membuat Bunut Bolong tetap tegak berdiri hingga hari ini.
Daya Tarik: Mengapa Anda Harus Berkunjung?
Bunut Bolong bukan sekadar tempat untuk berfoto. Ada beberapa alasan mengapa tempat ini memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara:
- Arsitektur Alam yang Unik: Tidak banyak tempat di dunia di mana Anda bisa melihat pohon yang batangnya terbelah secara simetris membentuk terowongan alami yang kuat menopang dahan-dahan raksasa di atasnya.
- Udara Pegunungan yang Segar: Berada di kawasan dataran tinggi, suhu di sekitar Bunut Bolong jauh lebih sejuk dibandingkan kawasan Kuta atau Denpasar. Hutan tropis yang rimbun di sekelilingnya memberikan pasokan oksigen yang murni.
- Spot Fotografi Instagramable: Bagi pecinta fotografi, komposisi antara jalan aspal yang berkelok, lubang pohon, dan latar belakang hutan hijau adalah perpaduan sempurna untuk konten media sosial.
- Wisata Spiritual: Di sebelah pohon, terdapat sebuah pura (tempat suci) bernama Pura Pujasari. Pengunjung sering kali merasakan atmosfer tenang dan sakral saat berada di area ini.
Mitos dan Kepercayaan Setempat
Berwisata ke Bali tentu tidak lengkap tanpa bersinggungan dengan mitos. Di Bunut Bolong, terdapat sebuah kepercayaan yang sangat kuat dipegang oleh masyarakat setempat dan pemandu wisata.
Dipercaya bahwa pasangan pengantin yang baru saja melangsungkan upacara pernikahan dilarang melewati lubang pohon Bunut Bolong. Konon, jika dilanggar, hubungan pernikahan mereka bisa retak atau tertimpa musibah.
Bagi rombongan pengantin yang ingin melintas, telah disediakan jalan alternatif di samping pohon agar mereka tidak perlu melewati “terowongan” tersebut. Meskipun terdengar mistis, larangan ini merupakan bagian dari penghormatan terhadap kearifan lokal yang menambah daya tarik eksotis tempat ini.
Bagaimana dengan Rutenya?
Bunut Bolong terletak di Desa Manggissari, Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Jaraknya sekitar:
- 85 km dari Kota Denpasar (kurang lebih 2,5 – 3 jam perjalanan).
- 50 km dari pelabuhan Gilimanuk.
Rute menuju lokasi sangat menarik karena Anda akan melewati jalur pesisir pantai Soka yang indah, kemudian mulai menanjak melewati perkebunan cengkeh dan kakao yang asri.
Tips Berkunjung ke Bunut Bolong
Agar kunjungan Anda maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:
- Waktu Terbaik: Datanglah pada pagi hari saat kabut tipis masih menyelimuti hutan. Cahaya matahari yang masuk melalui celah pepohonan (Ray of Light) akan membuat foto Anda tampak luar biasa.
- Sikap Sopan: Ingatlah bahwa area ini dianggap sakral. Gunakan pakaian yang sopan, jangan membuang sampah sembarangan, dan hindari berkata kasar.
- Kondisi Kendaraan: Karena jalannya menanjak dan berliku, pastikan kendaraan Anda dalam kondisi prima, terutama sistem pengereman.
- Eksplorasi Sekitar: Jangan langsung pulang. Di sekitar Bunut Bolong juga terdapat perkebunan karet dan kopi yang bisa dijelajahi untuk menambah pengalaman wisata alam Anda.
Gimana? Sudah tertarik, kan, untuk mengunjungi Bunut Bolong?
Bunut Bolong adalah bukti nyata bagaimana alam dan manusia bisa berdampingan dalam harmoni. Ia bukan sekadar pohon tua yang berlubang, melainkan simbol sejarah Jembrana yang kaya akan nilai budaya dan spiritualitas.
Menembus lubang pohon ini memberikan sensasi tersendiri, seolah kita sedang melewati gerbang menuju dimensi lain yang lebih tenang dan asri.
Jika Anda sedang merencanakan perjalanan ke arah Bali Barat, pastikan untuk mampir dan merasakan sendiri keajaiban Sejarah Bunut Bolong.
Pengalaman menembus batang pohon raksasa ini dijamin akan menjadi kenangan yang tak terlupakan dalam petualangan Anda di Pulau Seribu Pura.





