Ketimpangan dana Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 kembali menjadi perhatian publik setelah terungkap adanya perbedaan alokasi anggaran yang cukup besar antar kabupaten/kota di Bali, di mana Kabupaten Badung menggelontorkan dana sebesar Rp7,592 miliar, sedangkan Kabupaten Karangasem hanya memiliki anggaran Rp1,372 miliar sehingga selisih keduanya mencapai sekitar Rp6,22 miliar.
Data pendanaan PKB XLVIII Tahun 2026 menunjukkan total anggaran penyelenggaraan mencapai sekitar Rp38,87 miliar yang berasal dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Provinsi Bali, serta kontribusi pemerintah kabupaten dan kota yang berpartisipasi dalam ajang pelestarian seni budaya tersebut.
Dilansir dari Nusa Bali (28/06), Badung menjadi daerah dengan dukungan anggaran terbesar berkat kemampuan fiskal yang tinggi, disusul Kabupaten Gianyar dengan alokasi sekitar Rp5,53 miliar dan Kota Denpasar sebesar Rp3,905 miliar sehingga ketiga daerah tersebut tidak menerima Bantuan Keuangan Khusus dari Pemerintah Provinsi Bali.
Sementara itu, enam kabupaten lain memperoleh tambahan BKK masing-masing senilai Rp500 juta sebagai bentuk dukungan pemerintah provinsi untuk menunjang keikutsertaan mereka dalam PKB 2026, yakni Tabanan, Klungkung, Jembrana, Buleleng, Bangli, dan Karangasem.
Setelah memperoleh tambahan bantuan tersebut, total anggaran Kabupaten Tabanan mencapai sekitar Rp3,019 miliar, Klungkung Rp1,959 miliar, Jembrana Rp1,9 miliar, Buleleng Rp1,6 miliar, Bangli Rp1,445 miliar, sedangkan Karangasem tetap menjadi daerah dengan total anggaran paling rendah sebesar Rp1,372 miliar.
Perbedaan tersebut menggambarkan bahwa kemampuan fiskal masing-masing daerah masih sangat beragam sehingga dukungan terhadap kontingen seni yang tampil dalam PKB belum sepenuhnya merata meskipun seluruh kabupaten dan kota memiliki semangat yang sama dalam melestarikan kebudayaan Bali.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, menjelaskan bahwa besaran Bantuan Keuangan Khusus sebesar Rp500 juta kepada enam kabupaten telah sesuai dengan kebijakan pemerintah provinsi, sedangkan Badung, Gianyar, dan Denpasar tidak memperoleh bantuan tersebut karena dinilai memiliki kapasitas keuangan daerah yang lebih kuat.
Pemerintah Kabupaten Badung menyebut anggaran lebih dari Rp7,5 miliar tersebut tidak hanya digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan selama PKB, tetapi juga untuk mendukung proses pembinaan, latihan, honorarium seniman, penyediaan kostum dan properti pementasan, hingga operasional ribuan peserta yang terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Kontingen Badung sendiri melibatkan sekitar 2.150 peserta yang terdiri atas penari, penabuh, seniman, dan tim pendamping sehingga kebutuhan anggaran dinilai sebanding dengan skala partisipasi yang diikuti selama PKB XLVIII Tahun 2026.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Karangasem menyampaikan bahwa meskipun menjadi daerah dengan alokasi dana paling kecil, anggaran PKB tahun 2026 sebenarnya mengalami peningkatan sekitar Rp200 juta dibandingkan tahun sebelumnya sehingga pemerintah daerah tetap berupaya memberikan dukungan maksimal bagi para seniman yang akan mewakili Karangasem di panggung Pesta Kesenian Bali.





